Kamis, 18 Juni 2009

Menjalankan Profesi Dengan HAti

beberapa hari yang lalu saya "kedhapuk" jadi model oleh teman saya yang juga sedang keranjingan foto. siang-siang yang terik, tanpa persiapan apa-apa, tanpa pake rias wajah dan wardrobe yang jelas, saya disuruh berpose berbagai gaya dia tengah sawah nan menghijau. awal-awal sih seneng-seneng saja karena merasa bahwa wajah saya fotogenic...lama-lama, ketika panas terasa makin terik, keringat meleleh dan tiada satu asistenpun yang membantu mengelap keringat saya (seperti yang saya lihat di behind the scene di tipi-tipi), saya mulai bete. untuk satu kali shoot, musti nahan pose dan senyum yang saya kulum. waduuuh...baru terasa deh...betapa sulitnya jadi model. dulu saya berfikir sempat sirik dengan kawan yang wajahnya cantik, karena dia bisa dengan mudah mendapatkan uang banyak dari profesinya sebagai fotomodel dan peragawati....namun gara-gara jadi model amatir siang-siang saya berfikir ulang.

terbayang nikmatnya ketika di dalam studio yang adem dengan murid-murid lalu membiarkan mereka gaduh dan sesekali membentak-bentak supaya ga gaduh (heheheee...ketahuan dweh judesnya)..lalu lamunan saya dibuyarkan oleh teriakan teman sya supaya saya pasang ekpresi yang eksotis bukan melamun....kembali saya berjingkat. badan melenggok, kepala menoleh ke kanan dan mata melirik ke kiri haduuuu.h....sakitnya....m
ata silau udah gitu ekstra tenaga karena harus melirik ke arah yang berlawanan dengan kepala.

selesei pemotretan..saya merenung...teringat ketika awal-awal menjadi guru...ribuan keluhan mengalir dari mulut saya.jadwal mengajar hari kamis, hari senin sudah terasa malasnya.mana gaji yang sedikit pada waktu itu, masih juga dipotong wedeeew...tapi ketika pelan-pelan saya menemukan chemistrynya..saya kembali tak bisa menahan diri untuk tidak bersyukur...memang Tuhan selalu menunjukkan jalan bagi hambanya dengan cara yang unik,tak dimengerti dan terkadang penuh dengan situasi yang menyakitkan ( dalam hal ini berlaku untuk segala hal).
dan Tuhan tiada pernah pilih kasih,entah itu hamba yang taat atau yang tidak. Dia selalu memberi-memberi dan memberi dan pada dasarnya tugas kita hanya menerima dan mengelolanya dengan bijak.

ah sudahlah...yang penting hari itu saya belajar, apapun profesinya, berapapun hasil yang didapat, ketika dijalankan dengan senang hati, ikhlas dan penuh cinta pastiakan bermanfaat bagi menusianya sendiri, keluarga, kerabat dan sahabat.

*didedikasikan untuk

: Pak Raspati (terimakasih telah membuatkan teh paling sedap di dunia tiap pagi), Pak Wardoyo, Pak Pur, Pak Slamet, Pak Warno, Pak Sugeng (sekolah jadi bersih), Mas2 Satpam SMP 5, Pak Budi, Pak Aris, Pak Hambali, Pak Yogo, Bu Dwi, Bu Erti, Bu Is (TU SMP 5 yang sangat rapi kerjaannya)....dana siapapun yang mencintai profesinya....

Rabu, 17 Juni 2009

Daftar Lagu Luar Yang Telah Dialih Bahasakan Oleh DIdi Kempot..

All out of love (Air Supply):
Katresnan kebablasan

Goodbye (Air Supply):
Minggat

Lost in love (Air Supply):
Wes ora tresno

Making love out of nothing at all (Air Supply):
Gelo (jebule ora dibayar)

Grease (Bee Gees) :
Kinclong

How deep is your love (Bee Gees):
Duwekmu kok jero 'men

I started a joke (Bee Gees):
Wiwit ndagel

In the morning (Bee Gees):
Isuk utuk2

Saturday night fever (Bee Gees):
Meriang ning nekat ngapel

Summertime (jazz) :
Loro Panas

Stayin' alive (Bee Gees) :
Ora iso mati

Words (Bee Gees) :
Nggedebus

More than words (Extreme) :
Nggedebus pol

Highway star (Deep Purple) :
Jago trek-trek'an

Smoke on the water (Deep Purple) :
Umob (album 'Nggodog Wedang')

Soldier of fortune (Deep Purple) :
Prajurit raiso mati

Mama (Genesis) :
Mak'e

Another day in paradise (Phill Collins) :
Suk'mben ing swargo

Againts all odds (Phill Collins):
Ongko Ganep

All night long (Lionel Richie) :
Lek-lek'an(ngebyar)

Still (Lionel Richie) :
Isih (durung entek)

Stuck on you (Lionel Richie) :
Kecanthol

Truly (Lionel Richie) :
Tenan'e

Frozen (Madonna) :
Njendel

Like a virgin (Madonna) :
Ketok'e perawan

Don't cry for me, Argentina (Madonna) :
Ojo nangis, Sragen

Billy Jean (Michael Jackson) :
Tuku clono Levis

Black & white (Michael Jackson) :
Sebrangan dalan

Killing me softly (Roberta Flack) :
Di-ithik-ithik sak-modar'e

Release me (Engelbert Humperdinck) :
Cul'na aku

My way (Frank Sinatra) :
Sak-karepku

I don't like to sleep alone (Paul Anka) :
Kelon-ana aku

Fragile (Sting) :
Bentet

Hands clean (Alanis Morissette) :
Bar Wisuh

Believe (Cher) :
Percoyo

I still believe (Brenda K Star) :
Ngengkelan

Shy guy (Diana King) :
Clingus

Wild woman (Michael Learns to Rock) :
Morotuwo

Torn (Natallie Imbruglia) :
Suwek / dedel duel

Don't speak (No Doubt) :
Meneng'a wae

La copa de la via (Ricky Martin) :
Ayo bal-balan

Something stupid (R William & Nicole Kidman):
nggobloki

Kiss me (Sixpence None The Richer) :
Kismis

Viva forever (Spice Girls) :
Ketagihan wedak Viva

Uptown girl (Westlife) :
Wong wedok nggunung

Don't stop me now (Queen) :
Ojo Nggandoli

Bohemian rhapsody (Queen) :
Bu Hemi nge'Rap'

We will rock you (Queen) :
Balang2an watu

Always (Bon Jovi) :
Mesti ngono

Bed of roses (Bon Jovi) :
Peti mati

Alone (Heart) :
Ijen (album 'Kendel tenan')

Self control (Laura Branigan):
Poso

Warrior (Pat Benatar) :
Sepatu basket

The temple of the king (Rainbow) :
Candi

Sailing (Rod Stewart) :
Iseh Eling (ora edan)

Jump (Van Halen) :
Njondil (album 'Kaget')

Almost unreal (Roxette) :
Ora umum

Black magic woman (Santana) :
Mak Lampir

Smooth (Santana) :
Lunyu (album 'Kepleset')

Always somewhere (Scorpion) :
Mblayang wae

Still loving you (Scorpion) :
Ra duwe isin

So young (The Corrs) :
Bocah SD

After all (Al Jarreau) :
Entek2an

Forever young (Alphaville) :
Awet enom

Woman in love (Barbra Streisand) :
Suminten edan

Mandy (Barry Manilow) :
Adus

Suddenly (Billy Ocean) :
Mak-jegagik / uJUG uJUG

If (Bread) :
Yen

My heart will go on (Celine Dion) :
Loro hepatitis

The prayer (Andrea Bocelli & Celine Dion) :
Mbah Modin

I've never been to me (Charlene) :
Ora pernah kenal Tomi

Hard to say I'm sorry (Chicago) :
Kisinan

Zombie (Cranberries) :
Gendruwo

Boulevard (Dan Byrd) :
Dalan gede

Lady Valentine (David Gates) :
Putri Solo

Emotion (Destiny's Child) :
Muntab

If we hold on together (Diana Ross) :
Yen Gegandengan tangan

It's you (Dionne W & Stevie W) :
Jebul sliramu

Hotel California (Eagles) :
Losmen Kali Pepe

Big big world (Emilia) :
Donya'ne gedhe banget

In your eyes (George Benson) :
Blobok

Careless whisper (George Michael) :
Seneng rasan2

All I am (Heatwave) :
Serakah

I don't have the heart (James Ingram) :
Rempela thok

Just once (James Ingram) :
Sepisan wae

Beautiful girl (Jose Mari Chan) :
Cah ayu

To all the girls I loved before (Julio Iglesias) :
Kanggo randha-randhaku

Dust in the wind (Kansas) :
Lesus nggawa bledug

Pretty boy (M2M) :
Banci

Smile again (Manhatan Transfer) :
Ayo ngguyu (Waljinah)

Paint my love (Michael Learns to Rock) :
Nge-cet omahe pacar

I'll be here waiting for you (Richard Marx) :
Dak-cegat nyang kene

Become 1 (Spice Girls) :
Ilang siji

Babe (Styx) :
Maratuwa (Betawi)

Mermaid (Tatsuro Yamashita) :
Iwak ayu

Lea (Toto) :
Liyo (ora podo)

Just the way you are (Billy Joel) :
Sak-karepmu

Smoke gets in your eyes (jazz) :
Kakehan ngrokok

Long train running (Doobie W) :
Kepancal Sepur

All blues (George Benson) :
Kelunturan (biru kabeh)

O Danny boy (tradisional Irlandia) :
Jebul'e anake Dani!

Blueberry hill (Louis Armstrong):
Gunung Pare

100 % hanya ingin menghibur

[terimakasih bila anda mau tersenyum saat ini]

Dibolak-balik Kebalik....

pagi ini saya berandai-andai. andai istilah hak dan kewajiban dibalik esensinya..bingung..contoh
begini..
hak untuk berhenti waktu lampu merah=kewajiban berjalan waktu lampu hijau
hak untuk sekolah = kewajiban untuk menjadi intelektual yang baik
hak melayani masyarakat = kewajiban merasa cukup dengan gajinya tanpa perlu korupsi
hak untuk mecinta dan dicinta = kewajiban untuk tidak menyakiti (selingkuh dsb hehehe)
hak untuk membayar pajak = kewajiban menikmati fasum2 dengan nyaman
hak hidup sehat = kewajiban makan makanan yang sehat
hak tidak merokok = kewajiban mempunyai badan yang sehat (pula)
hak untuk menjaga ayam tetangga = kewajiban untuk tidak mengambil, memotong da memakannya
hak punya SIM setelah usia 17 tahun = kewajiban untuk naik sepeda/becak/deman/angkot/taksi dsb sblm usia segitu

das sebagainya dan sebagainya....
seandainya hak dan kewajiban dibalik makna esensinya.

pembaca yang budiman, kira2 apa jadinya dunia ya ......

Latihan Full Power dan Full Darkness


HAri itu hari rabu, pukul 19.47 menit..setelah setengah jam menunggu anggota datang dari jam yang dijadwalkan, kami pun mulai beraksi. dengan style bak Elfa Secioria (nama saya mirip kan..Alfia dan Elfa hehehee)..pemanasan sekitar 20 menit dengan menggunakan keyboard Yamaha jadul hadiah dari Ibunda tercinta, yang oleh kawan saya diberi nama SMART.

kemudian mulai sesi baca lagu.kali ini baca lagu baru berjudul SARIMAN (yuuuks...lagu daerah) secara..nih S-E-C-A-R-A, teman-teman SSG mau saya ajak untuk mencintai lagu daerah. lalu partitur pun dibagikan dan mulai dibaca. mereka mulai komat-kamit mengeja notasi.setelah dirasa cukup, saya kode untuk siap-siap on stage. lalu saya mainkan sebaris intro yang aduhai atraktifnya....pas bagian masuk lagu, pas mulut-mulut mereka pada mangap...tiba-tiba...PETTT
TT....listrik mati. bukannya melodi yang keluar tapi justru melodi Grunge yang carut habis....ARRRRGGGGHGG....GRAOOOWNKKK....mati lampuuuuuuuuu....

weew...langsung deh, perserikatan HA-PE menyala berkelap-kelip lampu di kota (lho kok jadi lagunya Arie Wibowo..hayo sapa yg masih ingat penyanyi dan lagu ituuu...?).akhirnya karena mereka (teman2 SSG masih semangat 45) latihan dilanjut dengan cahaya hape masing-masing.kamedian ada usulan latihan di halaman karena di dalam sumpek.maka kursi pun dibawa ke halaman ruang latiha. kami membentuk lingkaran...indah banget.dan mulut kami mulai komat-kamit membca notasi.

20 menit kemudian...BYAAAAAR...listrik menyala. ternyata ga mati listrik ga nyala listrik...melodi yang keluar sama aja...melodi GRUNGE....AAARRRRRRRRRGGGGGGGGGH.........

kami pun ke dalam ruangan lagi....dan beraksi dengan keyboard dan...ya ampyuuuun...lagi2 baru juga dapat separo lagu...mati listrik lagi....capeee dweeeh...


Selasa, 17 Februari 2009

Manusia Berdedikasi Dengan Profesinya

Ada dua kisah nyata inspiratif yang akan saya adaptasi. Pertama tentang seorang tukang pipa (plumber). Alkisah, bos perusahaan otomotif terbesar di Jerman sedang pusing karena pipa keran airnya bocor, ia takut anaknya yang masih kecil terjatuh. Setelah bertanya ke sana-kemari, ditemukan seorang tukang terbaik.

Melalui pembicaraan telepon, sang tukang menjanjikan dua hari lagi untuk memperbaiki pipa keran sang bos. Esoknya, sang tukang justru menelepon sang bos dan mengucapkan terima kasih. Sang bos sedikit bingung. Sang tukang menjelaskan, ia berterima kasih sebab sang bos telah mau memakai jasanya dan bersedia menunggunya sehari lagi. Pada hari yang ditentukan, sang tukang bekerja dan bereslah tugasnya, lalu menerima upah. Dua minggu kemudian, sang tukang kembali menelepon sang bos dan menanyakan apakah keran pipa airnya beres. Namun, ia juga kembali mengucapkan terima kasih atas kesediaan sang bos memakai jasanya. Sebagai catatan, sang tukang tidak tahu bahwa kliennya itu adalah bos perusahaan otomotif terbesar di Jerman.

Cerita belum tamat. Sang bos demikian terkesan dengan sang tukang dan akhirnya merekrutnya. Tukang itu bernama Christopher L Jr dan kini menjabat GM Customer Satisfaction & Public Relation Mercedes Benz. Dalam sebuah wawancara, Christopher menjawab, ia melakukan semua itu bukan sekadar tuntutan after sales service atas jasanya sebagai plumber. Jauh lebih penting, ia selalu yakin tugas utamanya bukanlah memperbaiki pipa bocor, tetapi keselamatan dan kenyamanan orang yang memakai jasanya. Christopher melihat lebih jauh dari tugasnya.Kisah lain.

Ada juga kisah dari teman saya, James Gwee, tentang Mr Lim yang sudah tua dan bekerja ”hanya” sebagai door checker (memeriksa engsel pintu kamar hotel) di sebuah hotel berbintang lima di Singapura. Puluhan tahun ia jalankan pekerjaan membosankan itu dengan sungguh- sungguh, tekun, dan sebaik-baiknya. Ketika ditanya apakah ia tak bosan dengan pekerjaan menjemukan itu, Mr Lim mengatakan, yang bertanya adalah orang yang tidak mengerti tugasnya. Bagi Mr Lim, tugas utamanya bukanlah memeriksa engsel pintu, tetapi memastikan keselamatan dan menjaga nyawa para tamu. Dijelaskan, mayoritas tamu hotelnya adalah manajer senior dan top manajemen. Jika terjadi kebakaran dan ada engsel pintu yang macet, nyawa seorang manajer senior taruhannya. Jika ia meninggal, sebagai decision maker, perusahaannya akan menderita. Jika perusahaannya menderita dan misalnya bangkrut, sekian ribu karyawannya akan menderita. Belum lagi keluarganya, termasuk anak istri manajer itu.

Demikian jauh pandangan Mr Lim, dan ia bukan sekadar door checker. Beberapa pelajaran Christopher L Jr dan Mr Lim relatif manusia sejenis. Keduanya bukan kelas manusia sedang atau biasa (good people). Mereka jenis ”manusia besar atau manusia berlebih” (great people) meski jabatan atau pekerjaan formal di suatu saat demikian ”rendah dan biasa saja”. Sikap mental mereka jauh lebih tinggi dari jabatan dan pekerjaan formalnya.Dua kisah itu memberikan beberapa pelajaran berharga.

Pertama, untuk menjadi manusia besar tidak semata-mata ditentukan oleh kemampuan teknis seseorang mengerjakan tugasnya. Kemampuan dan kompetensi teknis (hard competence) boleh sama atau biasa saja, tetapi sikap mental atau soft competence yang lebih akan menentukan seseorang menjadi manusia besar atau tidak. Kedua, untuk bisa mempunyai soft competence dimaksud, kita perlu berontak dan bangun dari tidur panjang selama ini, keluar dari zona nyaman good. Sebagai manusia minimalis, pekerja atau pemimpin apa adanya (yang penting job description dijalankan), target kerja atau key performance indicator (KPI) tercapai, beres! Itulah tipikal manusia biasa saja. Upaya ini memerlukan pengorbanan diri sebab hanya dengan menjadi good people seperti selama ini saja, toh tak ada yang mengusik kita, tetap bisa bekerja dengan nyaman, dan seterusnya. Maka, pemberontakan untuk bebas dari kondisi good people itu harus dari diri sendiri dulu. Ingat petuah Jim Collins, good is the enemy of great. Ketiga, langkah lebih konkret selanjutnya adalah sikap mental untuk ”melihat lebih”! Christopher L Jr plumber yang ingin memastikan kliennya nyaman dan selamat.

Mr Lim door checker yang ingin menjamin tamu hotelnya terjaga nyawanya dari bahaya kebakaran. Melihat lebih jauh, beyond the job! Keempat, setelah mampu melihat lebih, barulah kita mampu ”memberi lebih” (giving more). Hanya dengan melihat lebih dan memberi lebih, kita mampu menjadi manusia besar yang tidak hanya bekerja sebatas KPI. Kita akan mampu bekerja dengan memberikan key values indicator (KVI), nilai-nilai lebih, mulia, unggul, berguna bagi setiap pengguna atau penikmat hasil kerja kita. Itulah Christopher L Jr dan Mr Lim. Rindu pemimpin besar Betapa bangsa ini rindu seorang pemimpin hasil pemilu yang layak disebut pemimpin besar, great leader. Mereka yang kini sedang giat berkompetisi dan perang iklan dengan saling sorot KPI masing-masing. Perhatikan dengan saksama, maka segenap janji kampanye, termasuk realisasinya, konteksnya masih sebatas pemenuhan KPI. Ini berlaku baik bagi yang masih berkuasa maupun mantan dan juga calon yang baru. Semua bicara tentang KPI kepemimpinan, belum menyentuh KVI kepemimpinan. Para pemimpin dan bahkan kita semua demikian bangga dan terpesona sendiri saat mampu memenuhi ”KPI kehidupan” kita masing-masing, yang biasanya memang bersifat kuantitatif, materiil, dan mudah diukur. Padahal, untuk menjadi great people, great leader, great father, great manager, dan seterusnya, lebih diperlukan kemampuan mempersembahkan ”KVI kehidupan” kita, yang biasanya justru tidak mudah diukur.

Bangsa ini sangat memerlukan Christoper L Jr dan Mr Lim sebanyak mungkin dan sesegera mungkin. Sebagai catatan akhir, seorang office boy yang mampu mempersembahkan KVI nilainya tak kalah dengan seorang CEO yang hanya memberikan KPI-nya. Jika kita ”mau” melihat lebih jauh, kita akan ”mampu” melangkah lebih jauh.